Dari Satu Pertanyaan Ibu, Sebuah Aplikasi Digunakan di Berbagai Belahan Dunia
Terkadang sebuah aplikasi tidak lahir dari ide startup.
Ia lahir dari seseorang yang kita sayangi.
Saya tidak pernah memiliki rencana membuat aplikasi kalender Hijriah.
Tidak ada business plan.
Tidak ada riset pasar.
Tidak ada target unduhan.
Semuanya berawal dari satu percakapan sederhana dengan ibu saya.
Sebuah Pertanyaan yang Sangat Sederhana
Suatu hari ibu saya berkata,
“Besok Ayyamul Bidh ya? Sekarang sudah tanggal berapa Hijriah?”
Saya menyadari sesuatu.
Kalender Masehi ada di mana-mana.
Di ponsel.
Di laptop.
Di jam tangan.
Di kalender dinding.
Tetapi kalender Hijriah sering kali harus dicari terlebih dahulu, padahal banyak ibadah bergantung padanya.
- Puasa Ayyamul Bidh
- Puasa Arafah
- Awal Ramadan
- Hari Raya
- Bulan-bulan Haram
- Dan berbagai momen penting lainnya
Saya berpikir,
“Kalau ibu saya mengalami kesulitan ini, mungkin banyak orang lain juga mengalaminya.”
Saya Hanya Ingin Membantu Ibu
Saat mulai membuat Hijri Today, saya tidak pernah berpikir tentang monetisasi.
Saya hanya bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah ibu saya bisa menggunakannya?
- Apakah tampilannya cukup sederhana?
- Apakah tanggal Hijriahnya mudah dibaca?
- Apakah beliau bisa langsung mengetahui hari ini tanggal berapa?
Kalau semua itu terjawab, berarti aplikasi ini sudah berhasil.
Setelah Selesai…
Saya mengunggahnya ke Google Play.
Dengan keputusan yang sangat sederhana.
- ✅ Gratis
- ✅ Tanpa iklan
- ✅ Tanpa langganan
- ✅ Tanpa pembelian dalam aplikasi
Saya tidak meminta siapa pun untuk mengunduhnya.
Saya juga tidak menjalankan kampanye pemasaran.
Saya hanya menekan tombol Publish.
Lalu melanjutkan hidup seperti biasa.
Sampai Suatu Hari…
Beberapa waktu kemudian saya mulai membuka statistik Google Play Console.
Awalnya saya hanya melihat jumlah unduhan.
Lalu perhatian saya beralih ke daftar negara.
Bukan hanya Indonesia.
Ada India.
Pakistan.
Mesir.
Nigeria.
Somalia.
Malaysia.
Arab Saudi.
Inggris.
Amerika Serikat.
Dan masih banyak negara lainnya.
Saya sempat berhenti beberapa saat.
Bagaimana mereka bisa menemukan aplikasi kecil yang dibuat seseorang dari Indonesia?
Hari Ini
Berikut beberapa negara dengan jumlah pengguna aktif terbesar saat saya menulis artikel ini.
| Negara | Pengguna |
|---|---|
| 🇮🇩 Indonesia | 298 |
| 🇮🇳 India | 284 |
| 🇵🇰 Pakistan | 278 |
| 🇪🇬 Mesir | 215 |
| 🇳🇬 Nigeria | 134 |
| 🇸🇴 Somalia | 99 |
| 🇲🇾 Malaysia | 87 |
| 🇬🇧 Inggris | 84 |
| 🇸🇦 Arab Saudi | 83 |
| 🇺🇸 Amerika Serikat | 59 |
| 🇪🇹 Ethiopia | 49 |
| 🇨🇮 Pantai Gading | 46 |
| 🇰🇪 Kenya | 44 |
Dan masih banyak pengguna dari negara-negara lainnya.
Yang Membuat Saya Bersyukur
Yang paling membuat saya bersyukur bukanlah angka unduhannya.
Bukan pula jumlah negara yang tercatat.
Tetapi membayangkan bahwa seseorang di Pakistan…
atau Mesir…
atau Somalia…
sedang membuka aplikasi yang awalnya saya buat hanya untuk membantu ibu saya.
Saya tidak mengenal mereka.
Mereka juga tidak mengenal saya.
Namun kami dipertemukan oleh sebuah aplikasi sederhana.
Saya Tidak Mengejar Validasi
Banyak orang bertanya mengapa aplikasi saya gratis.
Mengapa tidak dipenuhi iklan.
Mengapa tidak dibuat berlangganan.
Jawaban saya sederhana.
Sejak awal saya memang tidak membangunnya untuk itu.
Saya hanya ingin membuat sesuatu yang berguna.
Kalau suatu hari seseorang bisa menjalankan ibadah dengan lebih mudah karena aplikasi yang saya buat, rasanya itu sudah cukup berarti.
Pelajaran yang Saya Dapat
Saya belajar bahwa tidak semua karya harus dimulai dari masalah yang besar.
Kadang justru dimulai dari pertanyaan yang sangat dekat.
“Masalah apa yang sedang dialami orang tua saya?”
Ketika kita menyelesaikan masalah yang nyata, sering kali ternyata ribuan orang lain mengalami masalah yang sama.
Sebelum Hidup Ini Selesai
Saya tidak tahu berapa lama lagi saya bisa terus membuat aplikasi.
Tetapi saya berharap, sebelum hidup ini selesai, saya pernah meninggalkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain.
Tidak harus menjadi perusahaan besar.
Tidak harus menjadi aplikasi nomor satu.
Tidak harus dikenal banyak orang.
Cukup menjadi alat yang membantu seseorang.
Kalau suatu hari ada seseorang di belahan dunia lain yang mengetahui tanggal Hijriah hari itu melalui aplikasi yang awalnya saya buat untuk ibu saya, maka saya rasa perjalanan ini tidak sia-sia.