4 min read

Hening yang Berjalan

Featured image for Hening yang Berjalan
Table of Contents

Ada masa ketika saya terlalu sibuk mencari jawaban.

Mencari alasan mengapa sesuatu terjadi. Mencari arah ketika semuanya terasa tidak pasti. Mencari cara untuk memahami hal-hal yang sebenarnya mungkin tidak pernah meminta untuk dipahami.

Saya terbiasa hidup dengan logika.

Sebagai seorang pengembang, saya menghabiskan banyak waktu dengan sesuatu yang dapat dijelaskan: kode, sistem, arsitektur, data, dan masalah yang memiliki solusi.

Namun hidup tidak selalu bekerja seperti itu.

Ada kehilangan yang tidak memiliki penjelasan sederhana. Ada pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban segera. Ada perjalanan yang tetap harus dijalani meskipun kita belum tahu akan berakhir di mana.

Dari ruang semacam itulah Hening yang Berjalan lahir.

Tentang Hening

Saya tidak menulis buku ini karena merasa telah menemukan ketenangan.

Justru sebaliknya.

Buku ini lahir dari perjalanan seseorang yang masih berjalan. Seseorang yang masih bertanya, masih ragu, masih belajar menerima hal-hal yang tidak dapat dikendalikan.

Bagi saya, hening bukan berarti tidak ada suara.

Hening adalah ketika kita akhirnya berhenti berusaha membuat semua hal menjadi jelas.

Di dalam hening, beberapa hal yang selama ini terlalu kecil untuk terdengar mulai muncul.

Tiga Ruang

Buku ini berjalan melalui tiga ruang: Akar, Tumbuh, dan Langit.

Akar berbicara tentang apa yang kita bawa β€” tentang tanggung jawab, kehilangan, ingatan, dan sesuatu yang tetap kita pegang meskipun perjalanan telah berubah.

Tumbuh adalah ruang ketika kita menyadari bahwa menjadi lebih dewasa tidak selalu berarti memiliki lebih banyak jawaban. Kadang-kadang, bertumbuh berarti belajar hidup bersama pertanyaan.

Kemudian Langit.

Sebuah ruang yang lebih luas. Tempat kita mulai melihat bahwa tidak semua hal harus kita miliki, pahami, atau selesaikan.

Mungkin beberapa hal memang cukup untuk dilewati.

Mengapa Puisi?

Saya memilih puisi karena tidak semua pengalaman membutuhkan penjelasan panjang.

Ada sesuatu yang hilang ketika perasaan dipaksa menjadi terlalu jelas.

Puisi memberi ruang bagi pembaca untuk berhenti.

Membaca satu kalimat.

Diam sebentar.

Lalu menemukan sesuatu yang mungkin sebenarnya berasal dari dirinya sendiri.

Karena itu, saya tidak ingin Hening yang Berjalan menjadi buku yang memberikan banyak jawaban.

Saya lebih berharap ia menjadi sebuah tempat kecil untuk beristirahat.

Untuk Kamu yang Sedang Berjalan

Mungkin kamu sedang berada di tempat yang tidak pernah kamu rencanakan.

Mungkin ada sesuatu yang belum selesai.

Mungkin kamu sedang kehilangan seseorang, kehilangan arah, atau bahkan kehilangan bagian dari dirimu sendiri.

Atau mungkin hidupmu baik-baik saja, tetapi ada sesuatu yang tetap terasa sunyi tanpa alasan yang jelas.

Buku ini tidak datang untuk mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Saya tidak tahu apakah semuanya akan baik-baik saja.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa kamu tidak harus selalu mengetahui ke mana langkah berikutnya.

Kadang-kadang, berjalan saja sudah cukup.

Dan mungkin, dalam perjalanan yang pelan itu, kita akan menemukan sesuatu yang selama ini tidak kita cari.

Jika Kita Bertemu di Satu Kalimat

Saya menulis buku ini sendirian.

Tetapi sebuah buku baru benar-benar hidup ketika ia bertemu dengan pembacanya.

Mungkin kamu akan menemukan satu halaman yang tidak berarti apa-apa bagimu.

Lalu, pada halaman lain, kamu berhenti.

Membacanya sekali.

Kemudian sekali lagi.

Jika suatu hari itu terjadi, mungkin kita telah bertemu di tempat yang sama β€” meskipun kita tidak pernah benar-benar saling mengenal.

Karena mungkin sastra memang bekerja seperti itu.

Dua orang yang tidak pernah bertemu, duduk dalam keheningan yang sama, hanya melalui beberapa kata.

Dan jika suatu hari nanti kamu berhenti pada satu kalimat lebih lama dari yang kamu kiraβ€”

mungkin di situlah kita bertemu.


Hening yang Berjalan

Hening yang Berjalan adalah kumpulan puisi dan renungan tentang akar, pertumbuhan, kehilangan, kesendirian, dan perjalanan menuju langit yang lebih luas.

Baca bukunya:

Hening yang Berjalan

Stillness That Walks β€” English Edition

Tidak semua perjalanan harus segera menemukan tujuan.