Featured image for Aplikasi HadisKu Sekarang Tanpa Iklan
Table of Contents

Aplikasi HadisKu Sekarang Tanpa Iklan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku seiman, saudara seagama.

Perkenalkan, saya Cahyanudien Aziz (blog saya).
Saya adalah pembuat aplikasi HadisKu.

Di tulisan ini, saya ingin sedikit bercerita tentang perjalanan aplikasi HadisKu — kenapa saya membuatnya, kenapa dulu sempat ada iklan, dan kenapa sekarang saya memutuskan untuk menghapus semuanya.


Kenapa Saya Membuat HadisKu

Jujur, awalnya saya bukan orang yang benar-benar paham agama.

Dulu, saya hanya menjalankan hal-hal dasar seperti shalat dan puasa Ramadan. Saya belum benar-benar memahami pentingnya menuntut ilmu agama lebih dalam.

Sampai pada suatu saat, saya mendengar sebuah ceramah dari seorang ustadz yang menyampaikan makna dari hadis yang sangat menyentuh hati saya:

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat: Al-Qur’an dan hadis (sunnah).”

Sejak saat itu, rasanya seperti ada titik balik dalam hidup saya.

Saya mulai sadar bahwa hidup ini bukan hanya tentang menjalani rutinitas ibadah semata, tetapi juga tentang belajar ilmu agama dan berusaha mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Lambat laun, saya menjadi tertarik pada hadis.

Saya mulai mencari aplikasi hadis, mencoba mengunduh beberapa, dan berharap bisa menemukan sesuatu yang nyaman dipakai untuk belajar. Tapi waktu itu, ada satu aplikasi yang cukup populer dan saya coba gunakan, namun ternyata banyak fiturnya dibatasi. Untuk mengakses penuh, pengguna harus membayar.

Dari situ, saya sempat berpikir:

Ini ilmu agama. Ini ilmu yang seharusnya memudahkan umat untuk belajar. Kenapa aksesnya terasa berat?

Bukan berarti saya menyalahkan siapa pun. Saya paham setiap pengembang punya kebutuhannya masing-masing.

Tapi dari situlah muncul niat dalam hati saya:

Kalau begitu, saya ingin membuat aplikasi hadis sendiri.

Bukan untuk menyaingi siapa pun.
Bukan untuk menjadi tandingan.
Saya hanya ingin membuat aplikasi yang benar-benar sesuai dengan apa yang saya harapkan sebagai seorang pengguna Muslim yang ingin belajar.

Dan mungkin, kalau kamu mengunduh aplikasi ini, bisa jadi kamu juga pernah merasakan hal yang sama.


Mulai dari Nol

Jujur, saat awal memulai, saya sama sekali tidak paham dunia pemrograman.

Saya tidak tahu cara membuat aplikasi.
Saya tidak paham pengembangan mobile.
Saya juga tidak tahu banyak soal sisi teknis sebagai developer.

Tapi ada dorongan kuat dalam diri saya:

Saya butuh aplikasi ini.
Dan saya yakin, di luar sana ada banyak orang — termasuk mungkin kamu — yang juga membutuhkan aplikasi seperti ini.

Akhirnya saya belajar dari nol.
Benar-benar dari dasar yang paling dasar.

Pelan-pelan saya belajar:

  • cara menulis kode,
  • cara menyusun aplikasi,
  • cara memperbaiki error,
  • cara merilis ke Play Store,
  • dan cara terus memperbaikinya sedikit demi sedikit.

Tidak instan.
Tidak mudah.
Sering bingung.
Sering gagal.
Sering ingin menyerah.

Tapi karena niat awalnya bukan sekadar “membuat aplikasi”, melainkan ingin menghadirkan sesuatu yang bermanfaat untuk umat, saya terus lanjut.

Sampai akhirnya, lahirlah HadisKu.

Aplikasi yang mungkin masih sederhana.
Masih banyak kekurangan.
Tapi dibuat dengan niat yang sangat tulus sejak awal.


Kenapa Sempat Ada Iklan dan Pembelian Dalam Aplikasi?

Jujur, saat pertama kali membuat HadisKu, saya tidak pernah menyangka aplikasi ini bisa diunduh oleh begitu banyak orang.

Awalnya, ini benar-benar hanya proyek sampingan.
Saya mengerjakannya di sela-sela waktu setelah bekerja.

Namun seiring waktu, jumlah pengguna bertambah.
Masukan dan saran juga semakin banyak.
Dan dari situ saya sadar, aplikasi ini bukan lagi sekadar “proyek kecil”.

Aplikasi ini mulai membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Karena semuanya saya kerjakan sendiri, maka semua hal ada di satu tangan:

  • mengembangkan fitur,
  • memperbaiki bug,
  • memutuskan fitur mana yang perlu ditambah atau dihapus,
  • mengelola server,
  • membalas email pengguna,
  • membaca dan merespons review,
  • membuat update,
  • sampai memikirkan arah pengembangan ke depan.

Semua saya jalani sendiri.

Bukan karena saya merasa hebat.
Bukan karena saya ingin terlihat kuat.

Tapi karena saya berpikir:

Saya sudah memulai ini, maka saya harus bertanggung jawab menjaganya.

Di titik itulah saya mulai berpikir secara realistis.

Aplikasi ini membutuhkan biaya:

  • server,
  • hosting,
  • domain,
  • maintenance,
  • dan beberapa layanan tambahan seperti AI/chat yang juga memerlukan biaya operasional.

Semua itu selama ini saya tanggung dengan uang pribadi.

Lalu saya bertanya ke diri sendiri:

Apakah semuanya harus terus saya tanggung sendiri?

Dari situlah, beberapa waktu lalu, HadisKu sempat menampilkan:

  • iklan,
  • pembelian dalam aplikasi (IAP),
  • dan sempat ada sistem langganan.

Keputusan itu bukan karena saya ingin “mengomersialkan” ilmu agama.
Bukan juga karena ingin mengambil keuntungan besar.

Jujur saja, pemasukan dari iklan dan IAP bahkan tidak sampai menutupi setengah dari biaya tahunan yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi ini.

Tapi saat itu, saya merasa mungkin itu adalah salah satu jalan agar aplikasi tetap bisa berjalan.


Kenapa Sekarang HadisKu Tanpa Iklan?

Memasuki awal tahun 2026, saya mulai banyak merenung.

Saya semakin sadar tentang dua hal yang menurut saya penting di era digital saat ini:

  1. Kenyamanan pengguna
  2. Privasi pengguna

Dari situlah saya mulai melihat kembali keputusan-keputusan yang pernah saya ambil.

Di satu sisi, iklan memang bisa menjadi “kue kecil” untuk membantu biaya operasional.

Tapi di sisi lain, saya tahu betul:

iklan itu mengganggu.

Dan saya yakin, banyak dari kamu juga merasa kurang nyaman melihatnya di aplikasi seperti HadisKu.

Lebih dari itu, saya juga mulai memikirkan sisi privasi.

Saya pribadi semakin merasa bahwa aplikasi yang digunakan untuk belajar agama seharusnya:

  • lebih tenang,
  • lebih bersih,
  • lebih fokus,
  • dan sebisa mungkin tidak dibebani hal-hal yang mengganggu pengalaman belajar.

Karena itulah, mulai hari ini — saat kamu membaca tulisan ini — saya memutuskan untuk mengembalikan HadisKu ke jati diri niat awalnya:

Sebuah aplikasi yang dibuat dengan niat murni untuk bermanfaat bagi umat.

Mulai versi 3.0.0, HadisKu sekarang kembali menjadi aplikasi yang:

  • Gratis
  • Tanpa iklan
  • Tanpa pembelian dalam aplikasi
  • Tanpa langganan
  • Tanpa analitik yang tidak perlu

Saya ingin aplikasi ini menjadi tempat yang lebih nyaman untuk belajar hadis.
Lebih bersih.
Lebih tenang.
Lebih sesuai dengan nilai yang sejak awal saya niatkan.

Kalau kamu belum menggunakannya, kamu bisa lihat atau unduh HadisKu di Play Store:

👉 HadisKu di Play Store


HadisKu Kini Tersedia di Android, Windows, dan Linux

Alhamdulillah, saat ini HadisKu tidak hanya tersedia di Android.

Sekarang HadisKu juga sudah tersedia untuk:

  • Android
  • Windows
  • Linux

Bagi saya, ini bukan sekadar soal “aplikasi tersedia di banyak platform”.

Ini adalah bagian dari harapan sederhana:

Agar siapa pun bisa belajar hadis dengan lebih mudah, di perangkat yang mereka miliki.

Dan insyaAllah, kalau suatu hari nanti saya sudah punya Mac, tentu saya juga ingin menghadirkan HadisKu di:

  • iOS
  • macOS

Semoga Allah mudahkan langkah itu juga.


Lalu Bagaimana dengan Biayanya?

Kalau jujur, saya bukan orang yang hidup serba berkecukupan.

Saya juga bukan pengembang besar dengan tim lengkap atau pendanaan besar.

Tapi saya percaya satu hal:

Kalau niat awalnya dikembalikan untuk membantu menyebarkan ilmu Allah, insyaAllah akan ada jalan yang Allah bukakan.

Entah lewat tabungan pribadi.
Entah lewat rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Entah lewat pertolongan kecil yang ternyata besar nilainya.

InsyaAllah, selama saya masih mampu, saya akan berusaha menanggung dan menjaga aplikasi ini semampu saya.

Namun kalau kamu yang membaca tulisan ini merasa:

  • aplikasi ini bermanfaat,
  • ingin ikut membantu pengembangannya,
  • atau ingin ikut mengambil bagian dalam menjaga aplikasi ini tetap hidup,

maka saya menyediakan pintu untuk itu di:

👉 dukung.flagodna.com

Ini bukan permintaan.
Bukan paksaan.
Bukan kewajiban.

Saya hanya ingin memberi tahu bahwa:

kalau kamu ingin ikut berkontribusi, pintunya ada.

Karena bisa jadi, bantuan kecil dari kita hari ini ikut menjadi sebab ribuan saudara Muslim lainnya lebih mudah belajar hadis.


Ke Depan, Bagaimana HadisKu Akan Berjalan?

InsyaAllah, HadisKu akan terus saya kelola.

Walaupun waktu saya sering sangat terbatas.
Walaupun ritme hidup kadang sangat padat.
Walaupun semuanya masih saya jalankan sendiri.

Selama Allah izinkan, saya akan terus berusaha:

  • memperbaiki yang perlu diperbaiki,
  • mengembangkan yang memang dibutuhkan,
  • dan menjaga agar aplikasi ini tetap bermanfaat.

Karena itu, saya juga sangat terbuka dengan:

  • saran,
  • masukan,
  • kritik yang baik,
  • dan ide pengembangan.

Kalau kamu punya saran atau masukan untuk HadisKu, kamu bisa kirim lewat form ini:

👉 Form Saran & Masukan HadisKu


Bukan Hanya HadisKu: Ada Mimpi yang Lebih Besar

Belakangan ini, saya juga sedang memikirkan sesuatu yang lebih besar.

Saya mulai bertanya pada diri sendiri:

Bagaimana seharusnya teknologi modern berkembang, tapi tetap punya batasan nilai-nilai Islam?

Karena jujur saja, hari ini kita hidup di zaman ketika smartphone ada di genggaman semua orang:

  • kita,
  • saudara kita,
  • anak kita,
  • bahkan nanti cucu kita.

Teknologi memudahkan banyak hal.
Tapi di saat yang sama, teknologi juga bisa membuka terlalu banyak pintu tanpa batas.

Dari kegelisahan itu, saya mulai membangun sebuah gagasan bernama:

Sadaqah Code (GitHub)

Ini adalah ruang untuk membangun proyek-proyek teknologi yang berusaha tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Dan insyaAllah, salah satu proyek pertamanya adalah:

Muslim Launcher

Sebuah launcher Android yang saya rancang dengan semangat:

  • lebih sadar,
  • lebih terarah,
  • lebih menjaga,
  • dan tidak membiarkan kita terlalu liar dalam penggunaan smartphone.

Saya ingin teknologi bukan hanya “canggih”,
tetapi juga mendidik, menjaga, dan membantu kita tetap dekat dengan nilai-nilai yang benar.

Mohon doanya.
Semoga proyek ini bisa selesai dan, insyaAllah, jika Allah mudahkan, target saya bisa merilisnya pada akhir tahun ini.


Penutup

Terima kasih karena sudah menggunakan HadisKu.

Terima kasih karena sudah membaca tulisan panjang ini.

Terima kasih atas semua:

  • saran,
  • masukan,
  • kritik,
  • doa,
  • dukungan,
  • dan donasi yang pernah kamu berikan.

Saya sangat sadar, HadisKu bisa sampai di titik ini bukan hanya karena saya membuatnya,
tetapi juga karena ada begitu banyak orang baik yang ikut menjaga, mendukung, dan mendoakan.

Semoga Allah menerima setiap niat baik kita.
Semoga Allah menjadikan semua usaha kecil ini sebagai bagian dari amal jariyah.
Semoga Allah menjaga langkah kita agar tetap ikhlas dalam berkarya dan bermanfaat untuk sesama.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.